Dalam mengembangkan sebuah website, khususnya website yang diperuntukkan bagi sebuah perusahaan, institusi atau apapun yang bentuknya corporate selalu menjadi tantangan bagi seorang atau perusahaan web developer, oleh karena selalu menjadi sebuah masalah bagaimana seorang developer mencerna dan mengimplementasikan keinginan dari client menjadi satu bentuk web yang “acceptable” di kedua belah pihak.
Meskipun bagi sebagian besar orang akan mengatakan bahwa para pengguna (client) adalah penentu kapan sebuah web yang diperuntukkan buat mereka sudah memenuhi kriteria acceptable, akan tetapi belum tentudi sisi developer akan merasa puas terhadap web yang mereka develop tersebut. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harusnya di sadari oleh kedua belah pihak yaitu bagaimana membuat “acceptable standard” yang dapat menjadi patokan kedua belah pihak dalam menentukan kata “mission accomplished” tersebut.
Setelah melakukan surfing ada beberapa materi yang saya anggap cukup menarik dan patut untuk dibaca baik oleh web developer maupun client dalam membuat standar tersebut. tulisan ini saya ambil dari situs saylows.com (moga moga yang empunya gak marah tulisannya saya pakai…
).
Berikut tulisannya…
1. Pemisahan antara materi dan presentasi.
Desain harus berpihak kepada CSS, pemisahan yang jelas antara materi dan presentasi harus dipertegas hal ini dilakukan dengan menggunakan font, warna, padding (jarak antara), border (garis pinggir).2. Pemilihan warna yang cukup terang dan cukup kontras.
Karena desain web berhubungan dengan indera penglihatan, tentunya pemilihan warna materi dan presentasi haruslah membuat pengguna merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama membaca/melihat website kita. Pemilihan warna yang menyolok untuk materi penting yang ingin ditonjolkan juga harus diperhatikan sehingga materi penting tersebut dapat segera ditangkap oleh penglihatan user.3. Tingkatan heading (penjudulan) yang jelas.
Menentukan bagaimana suatu judul dapat dipisahkan dengan jelas dengan paragraf, sub-paragraf, gambar, komponen lain (tanggal, kategori, author (nama penulis), link. Apa saja yang dapat dilakukan untuk membuat penjudulan memiliki karakter yang berbeda?
- Pemilihan jenis font yang berbeda tapi masih dalam satu keluarga.
- Permainan ukuran font yang lebih besar.
- Pengunaan underline dan warna background mouse over ketika heading merupakan sebuah link.
- Memisahkan box heading dengan materi lainnya dengan padding dan border.4. Konsistensi Navigasi/Menu.
Dalam setiap halaman baik itu halaman home ataupun interior sangatlah penting untuk mempertahankan tampilan navigasi baik itu hirarki, posisi, warna. Hal ini akan mempermudah user untuk melakukan navigasi antara halaman satu ke halaman lainnya untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Dan penempatan menu “home” menjadi keharusan di setiap halaman website. Menu “contact“, suatu kesalahan besar ketika sebuah website untuk kepentingan publikasi tidak menempatkan halaman contact. Setidaknya ada info email yang dapat dihubungi oleh user.5. Antara tata rias dan fungsi.
Hal-hal lain yang mengisi kekosongan dalam desain tapi juga sangat penting dalam sebuah web desain seperti banner header sebagai ciri khas dari wesbite, banner header yang “nendang” selalu akan tertanam dalam benak user dengan menampilkan logo, tags ataupun ilustrasi/photo. Footer, dengan ilustrasi atau tanpa ilustrasi untuk menyeimbangkan desain sehingga tidak membuatnya menjadi timpang atau berat sebelah. Penempatan Icon untuk blog reader/rss,community badges, counter atau apalah aku lebih suka menyebutnya “blog tong” yupe seperti tali g-string antara penting dan nggak penting gitu deh. Credit (thanks to), selalu hormati setiap inspirasi, bantuan, penggunaan open source cms atau info tidak penting seperti nama pacar/istri/ttm kamu yang selalu membuatmu merokok sambil tiduran merayakan kepuasan, hihihi.
Tulisan diatas memang kelihatannya lebih melihat dari perspektif developer, akan tatapi hali ini menjadi penting bagi client agar mereka bisa lebih mengerti mengapa web tersebut harus begini dan begitu.
Tapi menurut saya dalam sebuah web / situs ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu tampilan dan substansi/content. Proporsi antara keduanya berbeda terhadap developer dan client, bagi developer proporsi untuk presentasi atau tampilan menjadi hal pokok atau memiliki proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan contennya, sedangkan bagi client melihat dari sisi content akan lebih penting, meskipun tidak menutup mata terhadap bagaimana tampilan web/situs itu (by the way kan mereka yang punya duit… so…).
Sebagai kesimpulan (formal banget….), Jadi komunikasi yang baik antara demand and suply… (loh kok jadi ngawur…) maksud gw antara client dan developer bagaimana menerjemahkan “what they want” and “how to do it” dalam mendiskusikan pengembangan website adalah hal yang krusial (ceileee.. bahasanya) dalam mewujudkan kata “acceptable” di kedua belah pihak…
Btw… this is just an opinion… maaf kalo ada yang gak sepaham….
Thanks for saylows.com and thanks for reading this articles….




3 Responses to “Mengembangkan website…. (developer and client perspective)”