Seperti halnya seorang dokter yang akan mengobati pasien dengan mengumpulkan informasi mengenai penyakit dan diagnosis dari pasien tersebut, maka seorang petugas kesehatan masyarakat dalam melakukan kegiatan preventif juga melakukan hal yang sama terhadap suatu populasi / masyarakat.
Ahli kesehatan masyarakat mengumpulkan dan menggunakan data, informasi dan sistem komunikasi untuk menginvestigasi dan mendiagnosis/mendeteksi masalah kesehatan seperti wabah / outbreak, mengawasi angka prevalensi kejadian penyakit kronis (diabetes, kanker, PJK) serta melakukan analisis terhadap informasi dan mengembangkan kebijakan/regulasi dalam mencegah terjadinya masalah kesehatan dimasyarakat.
Dalam mengembangkan dan memperkuat sistem informasi kesehatan, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti misalnya :
- Mengelola sistem pencatatan dan pelaporan dengan baik sehingga diperoleh data yang memiliki kualitas yang baik dan memang menggambarkan keadaan sebenarnya di masyarakat,
- Mengembangkan sistem yang memiliki fleksibilitas dalam Data sharing, Data Transmitting, dan Data storing sehingga diperoleh suatu sistem database yang bisa diakses oleh semua pihak
- Menyusun kebijakan / regulasi serta langkah-langkah strategis untuk mengatur pengembangan sistem informasi kesehatan di setiap daerah baik dari level pusat (Departemen kesehatan / Dinas kesehatan) sampai ke level pelaksana operasional (Rumah sakit dan Puskesmas).
- Mengaplikasikan teknologi informasi yang sesuai dengan keadaan institusi baik yang merupakan institusi manajemen ataupun institusi berupa pelayanan kesehatan.
- Secara rutin melakukan assessment dan evaluasi terhadap seluruh proses kegiatan dalam sistem informasi kesehatan tersebut.
Berjalan dengan baiknya sistem memang sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari segi pengelola (Sumber daya manusia), dari segi infrastruktur, maupun dari segi kualitas data yang dikumpulkan. Oleh karena itu dengan memperhatikan beberapa hal tersebut diharapkan suatu sistem informasi kesehatan yang dibangun dapat memberikan hasil yang berguna dalam melakukan perencanaan maupun intervensi terhadap masalah-masalah kesehatan masyarakat.
Semoga pemikiran penulis dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya yang bekerja di bidang kesehatan dan sistem informasinya…


Apa itu open source software ? dimaksud dengan open source software adalah, piranti lunak yang kode programnya dapat diakses, dimodifikasi, didistribusikan secara bebas dan gratis dengan legal, tanpa di kenakan sanksi apabila mengubah dan mendistribusikan piranti lunak tersebut. Kira kira seperti itulah yang dikatakan sebagai open source software.

Dalam mengembangkan sebuah website, khususnya website yang diperuntukkan bagi sebuah perusahaan, institusi atau apapun yang bentuknya corporate selalu menjadi tantangan bagi seorang atau perusahaan web developer, oleh karena selalu menjadi sebuah masalah bagaimana seorang developer mencerna dan mengimplementasikan keinginan dari client menjadi satu bentuk web yang “acceptable” di kedua belah pihak.
In order to properly plan, manage and monitor any public health programme, it is vital that up-to-date, relevant information is available to decision-makers at all levels of the public health system. As every disease problem or health event requires a different response and policy decision, information must be available that reflects a realistic assessment of the situation at local, national and global levels. This must be done with best available data and taking into consideration disease transmission dynamics, demographics, availability of and accessibility to existing health and social services as well as other geographic and environmental features.


